Sempet berasa aneh aja, ditengah kekisruhan politik dan issue- issue korupsi yang ada di Indonesia, sebuah kasus yang dimunculkan dalam soal UTS Psikologi Sosial kemarin malah menyangkut mengenai Fenomena Super Junior dan Elf Indonesia. Sebuah quote yang cukup menggelitik mengawali soal tersebut "Kepada SUJU mereka BERSUJU(D)". Hahaha, kembali... Demam Korea!
Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi korban korean wave. Dan demam korea itu sendiri sudah cukup lama mewabah di sini. Bahkan sebelum Super Junior menjadi hit, drama- drama korea sudah terlebih dahulu sukses mengambil dan memikat hati masyarakat kita. Pada sekitaran tahun 2002 tayang sebuah drama korea berjudul Endless Love di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia. Drama yang diproduksi oleh KBS ini, memiliki alur cerita yang mendayu- mendayu dan berakhir dengan tragis. Saya rasa ini adalah drama korea yang membukakan jalan untuk drama- drama korea selanjutnya untuk menembus pertelevisian Indonesia. Sebut saja Winter Sonata, Full House, hingga Memories in Bali mengekor mengikuti kesuksesan pendahulunya (Endless Love).
Memang kenapa kalau suka nonton drama korea?
Memang kenapa kalau playlist musik didominasi oleh lagu- lagu k-pop?
Memang kenapa kalau playlist musik didominasi oleh lagu- lagu k-pop?
Saya bukanlah fans fanatis dari boyband atau drama korea. Saya hanyalah sekedar penikmat drama- drama korea. Sebagai perbandingan, jika di Indonesia ada Tutur Tinular dan di Korea ada The Great Queen-Seodeok, maka dengan jujur saya katakan Queen Seon-deok lebih baik dari Tutur Tinular. Kenapa? Tentu Anda dapat menilainya sendiri.
dan yang jelas..... MATA GA BISA BOHONG!!! LIHAT KEDUA GAMBAR DIBAWAH DAN BANDINGKAN :)
![]() |
| Ga tau namanya -_- |
![]() |
| IU dan Joong Ki
*Ok, lanjut liat Surgeon Bong Dal He, yuuuuuk
|
VS


0 komentar:
Posting Komentar